Dunia Pendidikan Di Indonesia

DUNIA  PENDIDIKAN DI INDONESIA





Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama Sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama. Saat ini pendidikan di Indonesia di atur melalui UUD nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan di Indonesia. Meskipun telah di atur dalam UUD 1945 pasal 31 tentang pendidikan sekarang masih banyak anak Indonesia yang tidak sekolah, dari data yang dimiliki tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K) jumlah anak di Indonesia yang tidak bersekolah pada tahun 2018/2019 mencapai 4.586.332.
Zaman sekarang kebutuhan dasar itu bukan cuman sandang,pangan dan papan tetapi juga:PENDIDIKAN ! meski begitu,pendidikan di Indonesia bisa dibilang masih memprihatinkan. Indeks pembaangunan manusia kita melorot di urutan bawah dan rangking pelajar kita ada di barisan depan tapi dari belakang. Itu tentu saja menyedihkan, padahal uang buat majuin pendidikan sampai 444 triliun rupiah alias 20% dari anggaran Negara. Tapi,kenapa pendidikan di Indonesia belum maju juga ? kalau diibaratin, cari jawaban masalah ini mirip kayak mengurai benang kusut berisi seribu masalah-ribet banget. Tapi salah satu akar masalahnya bisa jadi adalah sistem pendidikaan massal ! karena sistem ini bikin standar yang sama buat semua murid mendewakan nilai,mematikan nalar berpikir kritis,menyeragamkan kemampuan,dan di saat yang sama menghilangkan jati diiri dan keunikan setiap muridnya.
Padahal sistem pendidikan yang dibangun sama bapak pendidikan jauh beda sama sistem saat ini, di sisi lain masalah pendidikan ada di kuaalitasnya, bukan kuantitasnyaa. Faktannya, baik jumlah sekolah maupun anak yang bersekolah itu dari tahun ke tahun naamun itu tidak bikin pendidikan jadi oke,karena buktinnya masih ada banyak sekolah yang belum sesuai standard dan kemampuan guru yang masih jauh dari harapan. Lantas, apakah kita membiarkan masalah ini begitu saja? Tentu saja, tidak ! pendidikan harus kita perjuangkan . karena pendidikan adalah kunci kemajuan di masa depan ! karena hanya lewat pendidikan kita bisa bantu petani ngerawat padi,bantu peternak menggembala sapi, mudahin dokter nemuin penyakit dan cari obatnya,ngeluncurin satelit canggih ke luar angkasa,merancang robot yang bantu  manusia  bikin akses internet cepat buat semua, sampai menciptakan pardamaian dunia.
Tapi untuk meraih itu semua kita harus berakit-rakit dahulu,semua dimulai dengan menganggap bahwa PENDIDIKAN itu  hak segala bangsa makanya kita harus bangun sekolah keren di Desa-Desa, melatih kemampuan guru setinggi langit sediain maakanan berprotein buat perbaiki gizi anak INDONESIA dan ngerombak ulang kurikulum pendidikan supaya semua anak berkembang sesuai minat dan bakatnya masing-masing. Pendidikan di Indonesia akan maju jika kita pelajar Indonesia memperbaiki diri kita sendiri walaupun dapat nilai jelek itu seperti diterpa badai, mulai sekarang kita musti menghargai proses belaajar  dan buang jauh-jauh cara curang untuk dapat nilaai yang tinggi pada akhirnya yang benar-benar kita butuhkann bukan nilai tetapi, rasa ingin tahu kemauan belajar keberanian untuk bertannya rasa tak cepat untuk berpuas diri dan juga rendah hati dalam mengakui bahwa semakin banyak kita tahu semakin mengerti bahwa kita tidak tahu apa-apa dari sanalah kita terus mencari,terus belajar tentang diri kita dan juga alam semesta.
Pendidikan merupakan kebutuhaan dasar yang sangat penting,tetapi pendidikan di Indonesia sekarang masih sangat memprihatinkan. Pemerintah telah memberikan anggaran pendidikan dan APBN sebesar Rp. 492,5 triliun  atau 20% setara dari dana APBN namun berdasarkan  program PISA  Indonesia masih tertinngal di banding Negara asia lainnya dalam 10 terakhir. Yaa.. ini sungguh menyedihkan lebih menyedihkan dari film titanic lagi, kira-kira apa penyebabnya yah apa karena orang Indonesia yang kurang tahu akan pentingnya pendidikaan atau karena generasi micin di Indonesia yang masih pertumbuhannya sangat pesat.
Rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia hanya sebesar 8,58 tahun yang artinya hanya setara dengan kelas 2 SMP mungkin program wajib belajar 9 tahun sampai saat ini masih sebatas retorika belaka ,kita harusnya cukup berbangga dengan angka melek huruf penduduk Indonesia yang mencapai 95,6%  naik 0,16% dari tahun sebelumnya. Artinya, hanya ada 4 sampai 5 dari 100 penduduk Indonesia yang tidak bisa membaca dan tulis. mirisnya angka ini masih di bayang-bayangi oleh buruknya skor Indonesia pada PISA tahun 2015 hasilnya Indonesia mendapatkan skor 397 untuk membaca, hasil ini tentunya jauh dari singapura yang menduduki peringkat pertama,Vietnam yang menduduki peringkat ke delapan,Thailand menduduki peringkat ke 58. Akhirnya Indonesia pun harus puas berada di peringkat ke 62 dari sekitar 70 negara yang terlibat. 
Dunia pendidikan terus berubah semakin cepat sejalan dengan perkembangan global yang terjadi dewasa ini. Kompetensi yang di butuhkan oleh masyarakat terus-menerus berubah apalagi di dalam dunia terbuka yaitu di dalam dunia modern dalam era globalisasi. Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam lembaga pendidikan haruslah memenuhi standar agar bisa survival dalam dunia kerja. Peserta didik Indonesia terkadang hanya memikirkan bagaimana agar mencapai standar pendidikan saja,bukan bagaimana agar pendidikan yang diambil efektif dan dapat digunakan nantinya. Tidak peduli bagaimana cara agar memperoleh hasil atau lebih spesifiknya nilai yang diperoleh,yang terpenting adalah memenuhi nilai di atas standar saja. Hal seperti ini sangat disayangkan karena berarti pendidikan seperti kehilangan makna saja karena terlalu menuntut standar kompetensi. Hal itu jellas salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.
Rendahnya kualitas sarana fisik di Indonesia, membuat banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak,kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah,buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar,pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri,tidak memiliki perpustakaan,dan tidak memiliki laboratorium dan lain sebagainya.
Ada beberapa factor yang menyebabkannya Indonesia tertinggal dalam bidang pendidikan yang pertama, sarana dan prasana sekolah kurang memadahi dan kedua,jauhnya lokasi sekolah sehingga para pelajar di daerah terpencil harus jalan kaki berkilo-kilo untuk sampai ke sekolah ketiga,kurangnyna kualitas pelaajar. Yang terakhir siswa lebih memetingkan dapat nilai yang tinggi dibanding kualitas belajar sehingga berbagai cara di lakukan untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Nah,tapi tertinggalnya pendidikan di Indonesia kita juga punya banyak prestasi formal maupun informal yang membanggangkan di Indonesia internasional, seperti di Indonesia meraih satu mas dan 5 perak dalam internasional mathematical Olympiad dalm internasional high schools ARTS FESTIVAL 2018 kita juga meraih satu medali emas menjadi juara dunia lomba lari 100M , juara dunia karate dan masih banyak laagi tentunya.
Kita sebagai masa depan bangsa harus memperjuangkan anak bangsa dari sabang sampai marauke, untuk mendapatkan sekolah kecerdasan dan membuat perubahan yang lebih baik untuk Indonesia.

Demikian tulisan saya,mohon maaf apabila ditemukan kesalahan dalam penulisan.
Selamat membacaa..


Referensi:
http://www.prestasi.iief.org/index/id/feature/68-kilas-balik-dunia-pendidikan-di-indonesia
https://m.detik.com/news/dw/d-4811907/peringkat-6-terbawah-indonesia-diminta-tinggalkan-sistem-pendidikan-feodalistik
https://www.researchgate.net/publication/322420745_hasil_PISA_indonesia_Tahun_2015_mengalami_peningkatan
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/dinda24/5c612ffb3322f264762c3c5/kualitas-pendidikan-di-indonesia

Komentar